Hanya Mengingat Masa Lalu: WS Lotus

Waktu itu komputer masih merupakan barang yang sangat mewah sekali. Saat itu banyak teman yang ikut ekstra kurikuler komputer. Sebenarnya tertarik sekali untuk ikut ekstra kurikuler komputer. Saya tidak ikut karena berharap dibelikan komputer oleh bapak. Saya akan belajar sendiri saja di rumah tentu lebih mengasyikan. Sebenarnya alasan utamanya bukan itu. Alasan utamanya adalah cewek yang saya incer nggak ikut ekstra komputer jadi saya nggak ikut juga hahaha…. Jangan bilang bilang ya dia ikut ekstra volley.
Teman teman yang ikut kursus diajari WS, Lotus, dll. Mereka jalan under DOS. Saya hanya jadi pendengar yang baik kalau mereka ngobrol mengenai WS dan Lotus. Dalam hati saya berkata, “Tunggu kalau saya sudah punya komputer kalian akan saya ajari.” Continue reading Hanya Mengingat Masa Lalu: WS Lotus

Libur Bulan Juli

tak ada yang lebih tabah
dari libur bulan Juli
dirahasiakannya gerbang yang buka
kepada warga perumahan ini

tak ada yang lebih bijak
dari libur bulan Juli
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di pintu perumahan itu

tak ada yang lebih arif
dari libur bulan Juli
dibiarkannya THR yang tak terucap
diserap mall mall kota itu

Terinspirasi Sapardi Djoko Damono

Pemuas

Untuk memuaskan dua anak saja susah. Yang satu minta nonton kartun yang satu minta nonton sinetron padahal tv cuma satu. Apalagi pak Jokowi yang harus memuaskan 280 juta penduduk Indonesia. Tapi apakah tugasnya untuk memuaskan penduduk Indonesia.

Karyawan dan Pengusaha

Saya cuma copy paste dari internet.

“Jangan meludahi sumur yang airnya kita minum. Jangan mencerca Perusahaan selama kita masih mengharapkan gaji darinya. Karyawan yang berfikiran pendek, selalu beranggapan Perusahaan bisanya hanya memeras Karyawan, mau untungnya saja, dan dalam setiap kebijakan pasti merugikan. Tidak ada sedikitpun nilai positifnya.
Karyawan yang berpikiran negatif seperti ini, pasti tindakannya negatif, dan pada akhirnya prestasinya akan negatif, nasibnya pun akan negatif. Dipecat tidak mau, berprestasi pun tidak, karirnya bagaikan anak ayam yang tersesat di tengah hutan.”
Continue reading Karyawan dan Pengusaha

Hidupku Tanpa Arah

Kira kira 3 tahun terakhir ini saya merasa menjalani hidup ini tanpa arah. Tahun 2009 saya pindah ke mBogor dari kota Purwokerto tercinta dengan diiringi darah dan air mata. Sampai sekarang saya rasakan perjalan hidup saya benar benar kacau balau. Entah sampai kapan saya mampu menahan sesak di dada ini. Saya memang punya feeling sejak dua belas tahun yang lalu kalau pindah ke mBogor pasti hidup saya akan sering tersesat.
Continue reading Hidupku Tanpa Arah