PLC (PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER)

Sejarah PLC

PLC ditemukan tahun 60-an untuk industri perakitan otomotif. Saat ini berkembang menjadi alat yang serbaguna dalam otomatisasi. PLC menjadi pusat dari berbagai device dalam proses industri. Alat yang bekerja berdasarkan mikroprosesor ini menjadi sangat populer di dunia industri.

Mikoprosesor adalah otak dari PLC. Selain itu memory dan sirkuit untuk menyimpan dan mengambil kembali informasi dari memory. Juga termasuk communications ports untuk peripherals, dan programming terminals. Hari ini berbagai macam PLC tesedia mulai dari 6 input and output (I/O) sampai 40,000 atau lebih. Tugas processor adalah untuk memonitor status dari input device, meninjau, dan mengontrol output device

RAM (Random Access Memory) adalah volatile memory yang akan kehilanagan informasi jika power dimatikan. Inilah alasan mengapa PLC dilengkapi sebuah battery back up. RAM yang biasa digunakan adalah CMOS atau
Complementary Metal Oxide Semiconductor. CMOS RAM digunakan untuk menyimpan ladder logic diagram dan memory.

ROM or Read Only Memory adalah non-volatile memory. Artinya tidak membutuhkan power eksternal untuk menjaga informasi.Pada memory ini informasi hanya dapat dibaca tapi tidak bisa diubah. Untuk alasan ini terkadang hal tersebut disebut firmware. Komponen ini untuk penggunaan internal dan operasi prosesor.

ANALOG

Analog input atau output dapat berupa 0 to 10V; -10 to +10V; -5v to +5v; 0 to 20mA and 4 to 20mA.

Dari analog input, signal analog dikirim ke input PLC dibaca dan dikonversi ke numerical value.
Analog output adalah numerical values dalam PLC yang dikirim ke output device dan dikonversi menjadi variable signal (volts atau mA).

Nilai mentah (nilai numeric) dari signal AI dapat diproses lebih lanjut menggunakan user program.

Nilai mentah ini biasanya diskala sebelum digunakan, untuk mempermudah proses, misalnya signal maksimal 20mA dikonversi menjadi 1024 unit dan pada proses adalah 600 degC.

Proces = 0 to 600 degC
Input = 0 to 20mA (0 degC = 0 unit; 600 degC = 1024 unit)
Raw value = 0 to 1024 unit.
Skala = 0 to 600

KOMUNIKASI

Ada berbagai macam komunikasi PLC dan programmer (PC atau hand held) atau antar dua PLC.

Komunikasi antara PLC dan programmer (PC or Hand held) disediakan oleh pembuatnya dan kita tinggal mencolokkan saja. Komunikasi ini dapat berupa RS232; RS485 or TTY.

DATA

Area data adalah register internal dimana informasi disimpan. Informasi seperti perhitungan atau hasilnya disimpan pada area data. Area data biasanya diback-up oleh battery sehingga pada saat terjadi kegagalan power, data tetap tersimpan.

THE PLC

Sekarang kita sudah mengetahui dasar kerja PLC.
Operasi PLC berdasarkan scan yng terus menerus dan action berdasarkan instruksi, pada satu waktu, untuk menge-switch on atau off berbagai macam output. Untuk mengerjakan hal tersebut, pertama tama PLC akan “melihat” semua input dan mengingat statusnya untuk disimpan pada memori. PLC kemudian meninjau instruksi program dan kemudian menentukan outputnya on atau off, dan satu hal yang perlu diingat output fisiknya tidak akan langsung berubah status. Ketika PLC menyelesaikan peninjauan, instruksi program dikerjakan dan akhirnya mengubah status output, ini lah yang disebut proses update image output.

Pada point ini PLC kemudian mengecek sistem operasinya sendiri dan jika semua normal akan dikerjakan dan mengecek status input dan berulang terus.

Inilah peninjauan program dan jeda waktu yang disebut scan time program.

Dari statement diatas terlihat bahwa ada delay mulai dari input on, program meninjau dan kemudian output on/off. Delay tersebut hanya dalam mS dan biasanya tidak berpengaruh.

Sumber : http://www.plcman.co.uk/plc/

Tips dan Trik Mempercepat Akses Internet

Saat anda browsing atau membuka suatu website di internet entah dari warung internet ataupun dari rumah, mungkin anda sering mengeluh akan lambatnya akses untuk menampilkan website tersebut. Padahal akses internet di Indonesia sekarang ini masih terhitung mahal. Sebenarnya ada cara-cara mudah untuk meningkatkan kecepatan akses internat anda tanpa harus membayar biaya lebih mahal. Beberapa diantaranya adalah dengan menyetting browser kita, menggunakan openDNS, dan menggunakan Google Web Accelerator.

Untuk menerapkan trik-trik tersebut sangat mudah. Cara pertama yaitu menyetting browser dapat dilakukan oleh pengguna Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Bagi pengguna Internet Explorer klik menu [Tools] [Internet Option], klik tab [General]. Pada opsi “Temperory Internet files”, klik [Settings] lalu Geser slider-nya. Hal itu untuk membuat cache (lokasi penyimpanan sementara) untuk web yang anda buka, sebaliknya disediakan sekitar 5% dari Hard disk.

Bagi pengguna Mozilla Firefox anda dapat mengetikkan “about:config” pada address bar,. setelah itu ubah “network.http.pipelining” dan “network.http.proxy pipelining” menjadi “true”, serta isi “network.http.pipelining.maxrequests” antara 30 –100 ( semakin besar semakin cepat ). Yang terakhir klik kanan dimana saja dan pilih New->Integer , tuliskan “nglayout.initialpaint.delay” lalu isi dengan 0.

Untuk trik kedua, pertama anda harus mendaftar di www.openDNS.com . Setelah itu masuk ke Control Panel dari start menu, pilih network connections lalu pilih koneksi anda dan klik tombol properties. Pada bagian Internet protokol anda bisa pilih TCP/IP dan klik properties. Masukkan angka 208.67.222.222 dan 208.67.220.220 pada opsi DNS dan restart komputer anda.

Setelah melakukan 2 tips di atas sekarang anda pasti akan mendapat kecepatan akses yang lebih kencang. Bagi yang masih belum puas dengan kecepatan aksesnya sekarang dapat menggunakan trik yang ke tiga yaitu Google Web Accelerator. Google Web Accelerator di desain khusus untuk mempercepat akses internet anda, khususnya anda yang menggunakan koneksi broadband (pita lebar) seperti Cable dan DSL. Untuk anda yang menggunakan koneksi lain seperti Dial-up (Telkomnet Instant atau Speedy) maupun satelit atau wave, Google Web Accelerator juga dapat mempercepat aksesnya.

Untuk memakai Google Web Accelerator anda harus memenuhi kriteria antara lain Operating System anda harus Windows XP atau Windows 2000 dan browser anda harus Internet Explorer 5.5+ atau Mozilla Firefox 1.0+. Kalau untuk browser lainnya sebenarnya juga bisa, tetapi anda harus meng-konfigurasi proxy settings dari browser anda dengan menambah 127.0.0.1:9100 pada HTTP. Setelah anda melakukan instalasi, Google Web Accelerator akan menampilkan icon kecil di atas browser anda dan icon tray di pojok bawah layar komputer. Anda dapat mengunduh Google Web Accelerator di http://webaccelerator.google.com.

(telkom.net)

Mempercepat Start up Windows XP

Anda frustasi karena startup windows lelet? Windows XP akan otomatis me-load program yang ada pada folder startup. Tulisan ini akan menjelaskan cara untuk menghilangkan program yang membuat PC anda lambat.

Langkah-langakah
1. Save semua aplikasi yagn terbuka.
2. Shut down semua aplikasi.
3. Klik Start->Run.
4. Pada text box “Open”, tulis msconfig dan klik “OK”.
“System configuration utility” akan terbuka. (Perhatian: Jika anda salah men-disable maka startup PC akan berjalan tidak normal. Buat catatan aplikasi yang akan anda hilangkan.)
5. Klik label “Startup”. Anda akan melihat aplikasi yang akan otomatis melakukan startup. Semakin banyak aplikasi yang dicentang, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk start up.
6. Hilangkan centang pada program yang tidak anda inginkan. Klik “OK”
7. Restart PC dan startup PC anda lebih cepat.

Hal lain yang bisa kita kerjakan
1. Lihat pada label “BOOT.INI”. Anda akan melihat label “Timeout:”, dan sebuah angka. Angka default adalah 30, artinya 30 detik waktu yang dibutuhkan sebelum booting. Hal ini dapat diubah misalnya menjadi 3 detik.
2. Hapus temporary files secara periodik. Tulis %Temp% pada run dialog box dengan mengeklik Start -> Run, dan klik “OK”. Anda akan melihat folder dengan berbagai file. Klik pada menu Edit -> Select all -> menu File -> Delete.
3. Lakukan disk defragmentation minimal sebulan sekali. Start -> all programs -> accessories -> system tools -> disk defragmenter.
4. Lakukan scandisk untuk memastikan kondisi harddisk.

Tips
1. Jika menginstal software baru jangan dimasukkan ke dalam folder startup.
2. Secara rutin periksa program yang jalan pada folder start up, terkadang ada spyware yang terinstal tanpa sepengetahuan kita.
3. Tambah RAM

Sumber : http://www.wikihow.com/Make-Windows-XP-Startup-Faster

senyum dong

Dokter sedang menyarankan seorang pasien agar melakukan diet, karena ia sangat gemuk dan doyan sekali makan. Dokter lalu berkata padanya, “Anda hanya boleh makan selada, sepotong roti, jus jeruk, dan tomat.

“Maaf, Dok,” tanya si pasien.”Itu semua harus saya makan sebelum atau sesudah makan, Dokter?”

Sumber: ketawa.com