Pompa (part 1) (open vs closed impeller)

The open impeller design

Cairan memasuki bagian tengah impeller, dan didorong oleh sudu ke saluran buangan. Celah antara impeller dan casing bagian belakang disetel seminimum mungkin agar tidak ada cairan yang kembali ke bagian hisapan.


The closed impeller design


Cairan memasuki bagian tengah impeller, dan didorong oleh sudu ke saluran buangan. Celah antara impeller dan casing bagian belakang tidak perlu disetel. Menggunakan ring penahan untuk menghindari cairan kembali ke sisi sedotan. Jika ring mulai rusak perlu diganti.

Sekarang kita mengetahui perbedaannya, untuk selanjutnya tergantung dari pemilihan kita harus menyetel celah atau menyediakan ring.

Keuntungan dan kerugian

CLOSED IMPELLER OPEN IMPELLER
Dapat menahan kenaikan panas pada shaft akibat gaya axial, tapi jika gaya axial terlalu besar akan mengurangi flow cairan. Celah antara impeller dan volute harus disetel, akan timbul pemanasan axial.
Bagus digunakan untuk memompa cairan yang mudah terbakar karena impeller tidak menimbulkan panas Sebaiknya untuk cairan yang tidak mudah terbakar
Effisiensi awalnya sangat tinggi dan akan berkurang seiring dengan ausnya wear ring. Efficiensi dapat disetel dengan mengatur celah.
Impeller dapat terhambat oleh material asing dan susah untuk dibersihkan. Open impeller dapat dngan mudah dibersihkan dari material asing.
Susah diperiksa karena ada bagian yang tersembunyi. Semua bagian terlihat
Lebih mahal Lebih murah
Sulit dimodifikasi Mudah dibubut.
Kecepatan berputar lebih spesifik Pilihan lebih banyak

Udah dulu ah……. ngantuk berat, besuk dilanjutin lagi.
Lho tabelnya kok melorot gini ya. Tolong bantuin dong

Sumber : http://www.mcnallyinstitute.com/14-html/14-02.htm

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

10 thoughts on “Pompa (part 1) (open vs closed impeller)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image