Saya bingung : Pius Lustrilanang & Gerindra

Sebagai warga biasa yang kuliah pada tahun 98 dan tidak pernah mengikuti berita politik, kaget juga waktu nonton TV, soalnya jarang nonton TV setelah langganan internet. Diberitakan bahwa Pius Lustrilanang salah seorang aktivis 98 yang lolos dari penculikan bergabung dengan Gerindra. Partai dipimpin oleh Prabowo yang pernah tersangkut kasus penculikan mahasiswa.

Wah politik memang membuat saya menjadi bingung. Jadi ingat pesan dosen waktu kuliah, kalau mau jadi aktivis jangan setengah-setengah. Jangan cuma ikut-ikutan demo, karena hanya akan dimanfaatkan.


Terlepas dari kontroversi tersebut(kontroversi atau nggak ya?), kami sebagai rakyat biasa hanay bisa berharap semoga para politikus tetap mementingkan kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi dan golongan. Amin. Karena kemajuan negara tergantung dari para politikus.

Menurut dosen saya juga, karena kebetulan kuliah di jurusan teknik, bahwa kalau dibuat hirarki. Teknik menduduki urutan paling bawah. Urutannya adalah Politik, Ekonomi, baru teknik. Maksudnya begini, teknik baru bisa jalan dan akan banyak penelitian yang diaplikasikan, kalau ekonomi stabil. Ekonomi akan stabil bila situasi politik kondusif. Jadi akar permasalahannya adalah stabilitas politik.

Jadi ingat lagi tulisan di-milis tapi sayangnya saya lupa yang nulis, karena saya katrok. Bahwa pendidikan kita diarahkan agar para siswa yang berprestasi lebih memilih ke teknik. Saya ingat waktu SMA, untuk bisa ke jurusan A1(Fisika) harus dipilih yang benar-benar pintar, baru kemudian A2(biologi) dan A3(Sosial). Katanya juga nih hal tersebut merupakan strategi penjajah agar generasi muda lebih fokus ke hal teknis dan menjadi bodoh mengenai ketatanegaraan.
Tapi hal tersebut tidak berlaku di cina yang ekonominya maju karena tiap tahun meluluskan ribuan insinyur. Ini katanya juga lha wong saya belum pernah ke cina.

Jadi menurut saya yang lebih penting adalah pembangunan mental. Agar generasi muda meliki mental yang kuat, tidak tergoda untuk mengutamakan kepentingan pribadi dan menghalalkan segala cara. Kedengarannya klise sih ya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

28 thoughts on “Saya bingung : Pius Lustrilanang & Gerindra”

  1. lha POLITIK itu definisinya sampe skg aja aku ndak tau tho pak ? ada yg blg KEJAM ada yg blg mensejahterakan. Kalau di liat bnyk Artis yg turun ke dunia POLITIK, sepintas dilihat dari situ Politik Mensejahterakan sampe2 artis yg pendapatanya udh gede aja ngikut politik, tp waktu liat Penculikan-penculikan di rezim orde baru … politik menyengsarakan. Maklum pak org katrok, jd jauh sama urusan-urusan kaya gini .. mending ngurusin keluarga dan blog aja he..3x

  2. #NORJIKBetul pak Norjik, mendingan ngurusi keluarga dan blog saja, lebih bermanfaat. Kalau saya heran saja soalnya waktu tahun 98 sering diajak demo sama teman-teman dan rasanya nama Pius itu sering banget terdengar.

  3. dunia politik… hmm… banyak juga yg kecewa dulu ketika cikal bakal kekuatan islam baru eh akhirnya justru terjun ke politik dg nama partai keadilan….dan sekarang bingung mau kemana…—bulan depan mungkin saya pulang ke pewete lho…

  4. politik memang ranah yang :kejam” dan “biadab”. hanya orang2 yang memiliki wisdon dan kearifan yang sanggup memanfaatkan politik utk memberikan kemaslahatan buat rakyat. pius, desmond, atau siapa pun, tokoh2 yang semula dianggap kritis, memang sah2 saja terjun ke dalam ranah politik. tapi kalau sampai tidak mampu menjadi ikon perubahan secara internal, agaknya akan lebih bagus jika tetep menjadi kekuatan kontrol di luar sistem politik apa pun.

  5. #BANGPAYohh aslinya pewete ya mas#SAWALI TUHUSETYA”apakah selamanya politik itu kejam?” pertanyaan Iwan Fals tersebut telah dijawab oleh Pak Sawali.Komentar Bapak benar-benar luar biasa.Terima kasih Pak, saya minta ijin mencuri link sampeyan.

  6. bagi saya biasa aja-lah… khan dari dulu politik selalu begitu. yang awalnya kenceng teriak bubarkan Golkar, sekarang jadi caleg no 1. yang dulu teriak “usut tuntas kasus 27 Juli 1996” sekarang sudah jadi fungsionaris partai.begitulah politik : tidak ada kawan dan lawan abadi. Kepentingan adalah abadi.

  7. aktifis manapun rasanya sulit idealis kalo udah menyangkut masalah biaya hidup (baca duit) atau kepentingan-kepentingan lain seperti misalnya kekuasaan, biarpun pasti ada juga yang benar-benar murni memperjuangkan kepentingan banyak orang.. tapi itu pasti membutuhkan nurani yang benar-benar baik :)

  8. di dunia ini yang paling abadi adalah kepentingan… kepentingan pius waktu jadi mahasiswa dan sesudahnya beda…. tapi pada dasarnya, dia mengejar kepentingannya… :)

  9. Terima ksih sudah repot-repot menghabiskan energi untuk menjadi bingung tentang diri saya… Tidak banyak orang yang mau buang-buang waktu seperti ini.

  10. Jadi menurut saya yang lebih penting adalah pembangunan mental. Agar generasi muda meliki mental yang kuat, tidak tergoda untuk mengutamakan kepentingan pribadi dan menghalalkan segala cara. Kedengarannya klise sih ya.**Tidak ndar, tidak klise… justru itu benar adanya** Cocok topik ini utk judul kontes..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image