Kelangkaan bahan bakar dan harga premium turun

Siang kemarin saya nongkrong di pinggir jalan, di sebrang warung, sambil membaca koran daerah andalan saya dan menghisap mild. Sementara itu di warung seberang jalan banyak orang antri minyak tanah.



Lha kok pas banget (memang sengaja dipas-paskan biar kelihatan dramatis gitu loh..) dengan yang saya baca (cuman saya baca judulnya saja, karena saya malas membaca) yaitu berita mengenai kelangkaan minyak tanah hal tersebut persis dengan kondisi di warung seberang jalan.


Kemudian koran saya buka halaman demi halaman untuk membaca judulnya saja. Ternyata di halaman yang lain ada berita mengenai kelangkaan gas.

Lha sore ini saya lihat breaking news di TV ternyata nanti malam mulai pukul 00.00 harga premium menjadi Rp 5000,00. Hampir nggak percaya soalnya kesadaran saya belum sempurna masih setengah tidur. Apa benar besuk harga premium turun?

Padahal kemarin malam habis ngobrol dengan teman yang mempunyai SPBU dia mengeluh bahwa kerugian akibat penurunan harga tidak diganti.

Untuk saya yang hanya orang kecil kok tidak merasakan efek dari penurunan harga BBM. Tiap kali saya mengisi bensin untuk motor tetap membayar Rp. 15.000,- dan untuk grobak Rp. 50.000,-. Ngaco saja… Maksudnya harga-harga yang lain kok nggak turun. Sebaliknya kalau BBM naik, belum jadi dinaikkan saja harga-harga sudah naik. Setelah harga BBM benar-benar naik, harga-harga naik lagi.

Biar postingnya banyak saya isi lagunya Iwan Fals ah.. Soalnya pengen main gitar.
A
Waktu kau lewat aku sedang mainkan gitar
F#m E D A
Sebuah lagu yang kunyanyikan tentang dirimu
A
Seperti kemarin kamu hanya lemparkan senyum
F#m E D A
Lalu pergi begitu saja bagai pesawat tempur

A
Hei…kau yang manis singgahlah dan ikut bernyanyi
F#m E D A
Sebentar saja nona..sebentar saja hanya sebentar
A
Rayuan mautku tak membuat kau jadi galak
F#m E D A
Bagai seorang diplomat ulung engkau mengelak

F#m E F#m B
Kalau saja aku bukanlah penganggur sudah kupacari kau
F#m E
Jangan bilang tidak … bilang saja iya…
D B E7 E
Iya lebih baik daripada kau menangis

A
Penguasa…penguasa…berilah hambamu uang
D A
Beri hamba uang Beri hamba uang

Int : A F#m E A
A F#m E F#m G A

A
Oh..ya andaikata dunia tak punya tentara
F#m E D A
Tentu tak ada perang yang akan makan banyak biaya
A
Oh…ya andaikata dana perang buat diriku
F#m E D A
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum

F#m E
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
F#m B
Westerling pun tersenyum
F#m E
Oh…singgahlah sayang …pesawat tempurku
D B E7 E
Mendarat mulus didalam sanubariku
Sumber http://lirikmania.blogsome.com/?s=kunyanyikan

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

22 thoughts on “Kelangkaan bahan bakar dan harga premium turun”

  1. wah, postingan yang komplit dan lengkap, wakakaka …. ada premiumnya, ada gas, ada juga lirik iwan fals. duh, repot juga nih, mas endar. ini perlu ada kebijakan penurunan harga2 barang yang lain. percuma saja bbm turun, tapi kalau harga2 yang lain tetep saja ndak terjangkau rakyat kecil di tengah ancaman badai krisis global, agaknya daya beli masyarakat tetep saja rendah. semoga saja pemerintah benar2 memperhatikan hal ini.

  2. Makin hari bobot postingannya makin baik dan keren ajah | salut…kata yusuf kalla kelangkaan elpiji ini lantaran banyak mobil agen yang anti di daerah plumpang jakarta utara… (ah masa…???)katanya lagi pipa elpiji dibalongan boccor (ah masa??)semestinya kebutuhan primier masayarakat ini tidak boleh dikuasai oleh segelintir orang demi mengeruk keuntungan pribadi.. (apa hayoo)Lha itu pupuk utk para petani langka, usut punya usut ditimbun didalam gudang….

  3. #sawali tuhusetyapostingan gado-gado pak#marsudiyantokalau naik turun baru terasa pak#baworaku tukang dandan reaktor lho mas#pakdhejacknyuntike nganggo opo sik mas?#khairuddin syachitukan UUD pasal berapa ya? udah lupa dulu apal di luar kelapa..

  4. seneng rasanya bensin sudah turun lagi. Tapi koq harga laen blm pada ancang-ancang turun ya pak ? apa juragan2 angkot itu nantinya akan menurunkan tarif setoran angkotnya ya ?. Biasanya kalau sudah terlanjur naek susah turunya :d

  5. La iya itu Mas…. aku malah termasuk yang kasih saran …. orang untuk beralih ke LPG ketimbang kompor biasa… eee ternyata setelah tetangga emang sudah beralih dari minyak tyanah ke LPG…sekarang mereka pada ngeluh juga…LPG kehabisan… sementara minyak tanah juga sudah langka seolah tenggelam… terus enaknya beralih ke apa lagi…ke Zaman Purb a aja apa…nggak tahulah Negeri ini sering gonjang ganjing nggak karuan…

  6. Wah mas endar hobi nyanyi juga toh 😀 minat jadi penyanyi juga tah ? heheheMending nyanyi dibawa santai aja ya mas daripada mikirin masalah bbm yang naik turun dan kadang langka pasokannya :)

  7. #hariankubenar mbak pemerintahan yang aneh#norjikbenar sekali pak, kalau sudah naik lupa turun#bewenggak milih semua milih yang gratis#elly slain dengan degara tetangga ya mbak#jahid klwnggak mau ah ke jaman purba nggak bisa ngeblog#ciwirsampeyan nyoba dulu ya! kalau berhasil saya ikut#lalasaya penyanyi kamar mandi mbak#boyintahu aja mas boyin ini#ersis wamemang benar-benar pada tega ya pak#khairuddin syachhe.. he.. kegiatan cuman itu-itu saja mas #nyate aza laedi tempat saya bisa parkir motor 2 x

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image