Kopdar pertama saya

Selama saya malang melintang kurang lebih 6 tahun bulan di dunia persilatan perbloggeran, baru pertama kali saya melakukan kopdar dengan sesama blogger. Awalnya saya deg-degan menunggu pertemuan ini selama ini hanya berkomunikasi melalui ym dan silaturahmi di blog masing-masing. Penantian yang begitu lama akhirnya terwujud juga. ”Saya nanti pakai baju merah ya mas” itulah pesan yang saya sampaikan untuk memudahkan pertemuan ini.

Sebenarnya kopdar ini terinspirasi dari kopdar di Gunung Kelir. Sebagaimana diketahui bersama bahwa saya mempunyai rasa iri yang begitu besar. Lha wong di sana saja bisa kok di sini nggak bisa.

Bintang tamu yang saya tunggu-tunggu ini rumahnya sangat jauh sekali dari rumah saya harus naik turun gunung dan menyebrang sungai jarak rumah kami kira-kira hanya 1 km.

Siang tadi kira-kira jam 15.30 saya mendengar suara kendaraan bolak-balik di depan rumah saya. Saya keluar rumah, dan melihat seseorang bertanya kepada tetangga saya “Blok O-17 yang mana ya mbak”. Lho kok nanya rumah saya, kemudian penanya tersebut saya panggil. Waktu saya ketemu kaget bukan main lha ternyata mas Fahru ini anggota perbakin. Jangan marah ya mas, saya kan orangnya nggak bisa bercanda bisanya serius terus.

Menidaklanjuti komunikasi melalui ym maka dimulailah rapat yang dihadiri 2 blogger, Mas fahru blogger beneran dan saya blogger-bloggeran. Rapat tersebut sangat serius sekali sampai-sampai anak saya yang berusia 5 tahun memanggil-manggil saya abaikan. Diskusi berjalan sesuai dengan rencana yang diharapkan. Topik-topik yang didiskusikan pun sangat krusial sekali. Disebut krusial karena saya pengen menulis kata krusial, karena selama ini hanya mendengar kata krusial. Namanya juga blogger pemula, saya banyak menanyakan tentang blog.

Ngobrol ke sana kemari akhirnya muncul ide untuk mengumpulkan blogger blogger banyumas. Namanya juga cuma ide ya.. kalau ada yang nggak setuju jangan protes ya.

Setelah Menimbang, Mengingat, dan Memutuskan pada akhirnya disyahkan SKB 2 menteri blogger, yaitu :

Maksud dan tujuan :
Meningkatkan rasa kekeluargaan
Meningkatkan intensitas silaturahmi
Bagi-bagi ilmu

Syarat anggota adalah sebagai berikut anda harus memenuhi salah satu kriteria di bawah ini :
1. warga negara Banyumas
2. anda harus peduli dengan Banyumas
3. kelahiran Banyumas
4. punya istri orang Banyumas
5. punya saudara orang Banyumas
6. bisa bicara dengan logat Banyumasan
7. pernah berkunjung ke Banyumas
8. pernah mengunjungi blognya orang Banyumas
9. pernah mendengar kata Banyumas
dengan syarat yang sangat sulit tersebut anda harus lolos administrasi, setelah itu akan diadakan tes tertulis.

Kami begitu lama melakukan rapat kira-kira 5 batangan rokok. Menjelang maghrib mas Fahru minta ijin pulang dan dengan berat hati saya ijinkan. Saya berpesan, “Hati-hati di jalan setelah sampai rumah kirim email ya”

ps. oh iya mas Fahru ana jaket ireng nang omahku jakete rika apa ya? Kayane rika kelalen. Ngesuk dejukut ya!
VCD-ne bisa dibuka?

“Top 5 Mistakes English Learners Make”

What are the most common mistakes that English learners make? Which mistakes do most English learners need to correct, in order to learn English much faster?

Here are the top 5 English Learning Mistakes:
1. Focusing On Grammar

This is the biggest, most common, and worst mistake. Research shows that grammar study, in fact, actually hurts English speaking ability. Why? Because English grammar is simply too complex to memorize and use logically…. and real conversation is much too fast.

You don’t have enough time to think, remember hundreds or thousands of grammar rules, choose the correct one, then use it.

Your logical left-brain cannot do it. You must learn grammar intuitively and unconsciously, like a child. You do this by hearing a lot of correct English grammar- and your brain gradually and automatically learns to use English grammar correctly.
2. Forcing Speech

Both English students and teachers try to force speech before the learner is ready. The result is that most students speak English very slowly- with no confidence and no fluency. Forcing speech is a huge mistake. Don’t force speech. Focus on listening and be patient. Speak only when you are ready to speak- when it happens easily and naturally. Until then, never force it.
3. Learning Only Formal Textbook English

Unfortunately, most English students learn only the formal English found in textbooks and schools. The problem is- native speakers don’t use that kind of English in most situations.

When speaking to friends, family, or co-workers, native speakers use casual English that is full of idioms, phrasal verbs, and slang. To communicate with native speakers, you must not rely only on textbooks.. you must learn casual English.
4. Trying To Be Perfect

Students and teachers often focus on mistakes. They worry about mistakes. They correct mistakes. They feel nervous about mistakes. They try to speak perfectly. No one, however, is perfect. Native speakers make mistakes all the time. You will too. Instead of focusing on the negative- focus on communication.

Your goal is not to speak “perfectly”, your goal is to communicate ideas, information, and feelings in a clear and understandable way. Focus on communication,focus on the positive. You will automatically improve your mistakes in time
5. Relying On English Schools

Most English learners rely totally on schools. They think the teacher and the school are responsible for their success. This is never true. You, the English learner, are always responsible. A good teacher can help, but ultimately you must be responsible for your own learning.

You must find lessons and material that are effective. You must listen and read every day. You must manage your emotions and remain motivated and energetic. You must be positive and optimistic. No teacher can make you learn. Only you can do it!

While these mistakes are very common, the good news is that you can correct them. When you stop making these mistakes, you change the way you learn English. You learn faster. Your speaking improves. You enjoy learning English.

Good luck… you can do it!

Reference :
from mailing list

PR dari tetangga desa

Terlepas dari pro dan kontra pemberian pr-pran saya tetap mengerjakannya, berada di zona abu-abu pokoknya paling aman. Itulah watak saya, ada yang pro saya ikut ada yang kontra saya kompor komporin. Pokoknya kalau ada kelompok yang menguntungkan pasti saya gabung. Selama menguntungkan saya akan tetap loyal. Kawan menjadi lawan, lawan yang hampir mencelakakan menjadi kawan itu hal biasa. Ini Jakarta Purwokerto bung. Pokoknya prinsip nenek moyang saya pegang sama mas teguh “TIDAK ADA KAWAN/LAWAN ABADI YANG ADA KEPENTINGAN YANG ABADI”. Ayo pilih saya coblos partai gurem urutan no 0. Mosok kalah sama politikus.
Kebiasaan saya mesti kayak gitu lho, nglantur nggak fokus. Mau ngerjakan PR kok nglantur kemana-mana dulu.
Langsung saja buka nih….


1. Dari mana blog kalian Berasal ? dari sini. Sebagai warga banyumas sifat saya adalah cablaka yang dalam bahasa jawanya admittedly, ini juga habis buka kamus. Kalau belum tahu lagi buka sini. Kok ngelantur lagi. Maksudnya saya tidak suka menyembunykan identitas dunia nyata saya di dunia maya, kecuali kalau pada saat terpaksa/malu.
2. Kapan di lahirkannya blog kalian ? Mei 2008, sejak langganan unlimited nyantol inet.
3. Kesulitan apa saja yang ada saat membuat blog kalian ? membuatnya mudah, merawatnya yang sulit.
4. Mengapa membahas topik yang kalian bahas sekarang ? karena nggak ada ide lain
5. Kenapa tampilan blog kalian mengunakan template itu ? waktu browsing nemu yang ini
6. Apa yang pertama kalian lakukan saat blog kalian baru jadi ? menyalakan rokok

Iyakan sampai lupa, yang ngasih pr adalah Om Alifah.ru tetangga saya di dunia nyata, tinggalnya hanya selemparan batu, nggak ada 1 km, tapi belum pernah ketemu. Ini sudah saya kerjakan Om.