Jodoh, Rezeki, Mati ada ditangan Allah SWT

Setelah pulang dari perjalanan dinas di Jakarta, pada tanggal 30/01/2009. Saya diberitahu tetangga bahwa ada gangguan untuk akses internet karena perangkatnya kena petir. Jadi nggak bisa akses internet sepuasnya, untuk menghilangkan kerinduan, menggakses internet dari hp murahan pakai gprs, udah mahal, lambat lagi.


Tanggal 30/01/2009 pukul 16.00 pada saat kerja, istri saya sms mertua masuk rumah sakit karena stroke. Jam 21.00 sampai di rumah sakit yang jaraknya kurang lebih 68 km dari rumah saya.
Dari hasil pemeriksaan darah sudah menggumpal di otak.
Tanggal 31/01/2009 jam 04.30 mertua saya dipanggil Yang Maha Kuasa. Padahal siang harinya masih Jumatan dan beraktifitas seperti biasanya.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.

Jika ajal telah menjemput tidak ada manusia yang bisa menghalanginya.
Jodoh, Rezeki, Mati ada ditangan Allah SWT.
Dan saat meninggal tidak ada yang bisa dibawa kecuali amal dan ibadah.

Sebagai menantu saya merasa sangat kehilangan dan bersalah karena selama beliau masih hidup saya tidak bersikap hormat. Coba bayangkan menantu mana yang berani menyuruh mertuanya untuk mbetulin grobak. Kalau rokok saya habis kadang juga minta beliau.

SELAMAT JALAN SEMOGA AMAL DAN IBADAH DITERIMA ALLAH SWT

Saya mau tidur beberapa saat, rasanya capek sekali beberapa malam tidur di kursi kereta api, kursi grobak, dan kursi tamu.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

38 thoughts on “Jodoh, Rezeki, Mati ada ditangan Allah SWT”

  1. Petromax!!!walah mertuane seda ya kang?? Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. moga2 diparingi dalan kepenak. Nyong rep pasang internet nang purbalingga golet antena grid larang banget sem.

  2. INALILAHI WAINAILAHI ROJI`UN TURUT BERDUKA CITA ,SEMOGA ARWAH BELIAU DI TERIMA DI SISI TUHAN YANG MAHA KUASA DAN YANG DI TINGGALKAN MENDAPATKAN KEKUATAN IMAN DAN ISLAMNYA MAS

  3. Salam KenalINALILAHI WAINAILAHI ROJI`UN TURUT BERDUKA CITA, Semoga arwah mertua anda bisa diterima sisi NYA diberikan tempat yang layak, dan diberikan ketabahan yang ditinggalkan

  4. Innalillahi wa inna illaihi raji’un. Saya turut berduka Mas Endar. Saya pulang juga karena Eyang saya di panggil Allah SWT.Semoga amal ibadah beliau2 diterima disisiNya dan Mas Endar sekeluarga diberi ketabahan. Amin.Saya juga lama ora OL. Adoh kang warnet, hp juga dudul.

  5. Innalillahi wa inna illaihi raji’un, semoga mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya, dan semoga segenap keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan.Walah saiki beli rokok sendiri dong…

  6. kabeh wis ginaris marang sing Kuasa…nderek belasungkawa, mugi sedaya amal ibadahipun dipun tampi dumateng ngarsanipun Gusti Kang Murbeng Dumadipertanyaan untuk kita semua, kapan kita menyusul?

  7. Sebuah renungan bagi kita…Dekat atau jauh, lama atau segera..kita akan menyusul beliau….Allohumma innaa nas aluka khusnul khotimah wana’udzubika min suuil khotimah, amin……

  8. inna lillahi wa’innaillaihi raji’un. ikut berbela sungkawa ata meningalnya mertua, mas endar, emoga diampuni segala dosanya dan diterima suma amal baiknya. mas endar dan keluarga semoga tabah dan sabar menghadapinya. kalau ajal sudah datang, tak seorang pun yang bisa menolaknya walau sepersekian detik sekalipun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image