Ngumpulke balung pisah

Saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga sekali dari perjalanan saya kemarin. Untuk keperluan pindah saya numpang di rumah saudara sepupu yang tinggal di daerah Bogor. Saudara tersebut adalah anak dari pakde. Setelah bapak saya meninggal tahun 1994 jalinan silaturahmi menjadi agak renggang. Intensitas berkunjung juga sangat berkurang dibanding saat bapak saya masih hidup. Jarang sekali bertemu dengan mereka, pada saat mudik lebaran juga tidak ketemu.

Pada tahun 80an ada beberapa saudara yang menumpang di rumah bapak. Meskipun secara ekonomi saat itu kami pas-pasan tapi masih mending dibanding dengan saudara-saudara saya. Banyak sekali kejadian lucu dan mungkin tidak mengenakkan bagi dia, sebagai contoh ibu saya pernah mengusir dari kamar gara-gara badannya bau sekali.

Setelah mendapatkan alamat dari sms yang dikirim oleh sepupu segera saya cari alamat. Saat turun dari kendaraan umum, saudara sudah menunggu di depan rumah, saya terperanjat luar biasa melihat rumahnya. Rumah yang sangat besar dan fasilitas lengkap yang biasanya hanya saya lihat di sinetron.

Sepupu saya tersebut sungguh seorang yang sangat ulet dalam berjuang baik untuk dunia maupun akherat hal tersebut saya ketahui dari obrolan kami bahwa dia telah naik haji dan membiayai haji untuk kedua orang tuanya. Diapun santun dalam berkata meskipun dari segi umur dan ekonomi sekarang saya jauh sekali dibawahnya.

Gaya hidupnya juga sederhana memang saya lihat dia punya beberapa mobil mewah diantaranya fortuner, tapi itu untuk keperluan usaha bukan untuk sekedar gaya. Dan anaknya tidak ada yang tukang nggame sulumits retsambew tapi rajin belajar.

Ibu saya sekarang sering kali menyesali perbuatan terhadap sepupu saya tersebut. Sekarang ibu saya sifatnya berubah drastis berbeda sekali dengan sifatnya saat masih muda. Terakhir saya tahu ibu saya membantu muridnya yang tidak mampu.

Pelajaran manis yang bisa saya petik dari pohon pengalaman tersebut adalah hidup ini ternyata bagaikan putaran roda yang mana posisi pentilnya bisa di atas, di bawah atau di samping. Tidak ada gunanya menyombongkan harta. Jangan semena-mena terhadap orang yang berada di bawah kita.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

81 thoughts on “Ngumpulke balung pisah”

  1. Bener kuwe kang, sekarang dibawah besok diatas. Sekarang diatas besok lebih atas lagi :)Memang sedulur angger ora di tuk-tukna pada ilang.

  2. Sebelum komen… dengan penuh rasa sesal ijinkan saya memohon maaf sebesar-besarnya karena tak bisa memenuhi rencana kita untuk bertemu di Jakarta.Yaaa…, itulah hidup… Menjadi rahasia Sang Maha Hidup…

  3. jangan menyepelekan orang dibawah kita yang memberi saling nikmat (lmao)cokromanggilingan mas, gimana caranya roda berputar cepat aja, kan nggak kerasa…

  4. Kehidupan bagai timbangan, selalu bergoyang. Saat berat dan angka pas, ia senantiasa adil. Saat terlalu berat beban yg ditimbang atau sebaliknya, ia senantiasa melonjak, antara ke atas atau ke bawah (timbangan dacin) hehehe

  5. kang, kepriwe rika? sehat?tentang postinga kiye, emang bener,..roda kehidupan terus berputar, kita jangan semestinya harus menangis ketika ada di atas, karena selanjutnya akan berada di bawah,..wah pinter rika euy?

  6. selamat malamdan salam kenal….wah tulisan yang sederhana dengan isi yang tertera pada akhir tulisan….mantabbb, memang betul sekali kang….hartanya dinikmati sebentar saja…gag perlu kita sombongkan……thanks for sharing pengalamannya….

  7. @edylawterima kasih atas kunjungannya@gajah_pesingya betul kata kuncinya bersyukur@senoajiiyo kang aku juga pengen koreksi diri@Baworsing jelas ora usaha mendoan kang@Senowekekek kepengene kang@suwungrodanya slip ganti roda kotak aja@BRI netmakasih mas@Pradnaiya kang kuwi sing tak harapkan@annosmilemonggo raja@detEksiterutama bagiku mas sangat berharga@galuharyasetuju kang@itempoetiiya kang masih banyak kesempatan untuk bertemu@suryadenwekekekek aku posisine seneng di bawah je@noviberes mas chargernya tetap saya simpan@~noe~ban serep itu perlu@dianayangbaikdanlucumakasih atas komentarnya@beat2wstimbangan kudu ditera mas@marsudiyantoaminnn makasih pak@kristanto betul sekali mas@Unlimited 3 ribu per hari langsung ke tkp@dede sehat selalu kang makasih@Pixelsaya juga@Senolangsung ke tkp kang@boyinsaya juga pengen banget@Jahid KLWbetul sekali pak@hartanto wicaksono betul sekali hank@shielaiya nih saya mau nulis yang nggak sederhana susah banget hehehe@khairuddin syachnginep tempat mas khai boleh nggak.. belum pindahan mas@atcamakasih mbak@ichanx memang betul sekali mas

  8. Pengalama yg bagoss dan menarik :Dsemoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadi tersebut untuk jadi pelajar hidup berikutnya.

  9. Aq nongol mas. Hehehehe. Maaf ya kalo aq baru nongol. Begitulah mas yg namanya kehidupan. Kita tak pernah tau apa yg akan terjadi esok hari. Tapi satu yang pasti, lakukan saja yang terbaik untuk hari ini. Semangat ya mas. Thanks juga udah ngasih semangat di postinganku kemarin ya mas.

  10. Bangun malem gak bisa tidur lagi, ya jalan jalan.. Kang asli inyong salut ama sepupu njenengan.. saka ceritane biar wis berlimpah tetep eling karo wong cilik.. moga nanti kalu kita semua ditaraf dia tetep bisa prasojo.. amin

  11. @Seno. selamat kang semoga menjadi anak yang berguna@rizky. terutama bagi saya mas. makasih@Cebong Ipiet setuju mbak bong@Mr.Cho. iyo bener kang cokro manggilingan@Xitalho. podo berarti kang @Andy MSE. kepaten obor luwih gawat kang@bang ciwir. rodane mandeg ganti ban serep@dede. hooh kang @rampadan. welkam bek@Ersis Warmansyah Abbas. betul sekali pak ersis@sepur. kalau sombong durex tidak apa2 ya pak@Kahono. amin@Taktiku. makasih mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image