Sinyal Smart

Teknik Survival adalah cara yang digunakan manusia untuk menanggulangi segala macam mara bahaya. Uraian selanjutnya tentang teknik ini adalah untuk menyediakan kebutuhan dasar manusia yaitu api, air, makanan, tempat tinggal, dan habbit atau lingkungan. Seperti manusia purba mempunyai teknik membuat api menggunakan kayu yang digosok berulang-ulang.

Berhubung sekarang sudah menjadi manusia modern, yang tidak kalah penting dari semua kebutuhan dasar itu adalah koneksi internet. Saat ini saya sedang mengalami kesulitan internet berbeda dengan tempat tinggal saya dahulu dimana saat itu berlimpah benwit mengalir deras ke rumah. Di tempat tinggal saya yang lama menggunakan rt/rwnet dengan provider yang biasa menyuplai ke warnet. Hasil kerjasama dengan tetangga saya, mas Budi, yang menyediakan seperangkat alat wireless kemudian dibagi ke warga mengunakan LAN. Kecepatannya luar biasa menurut saya dan iurannya juga murah jika dibanding provider internet yang lain.
Ini kecepatan di tempat lama menggunakan rt/rwnet pada saat pemakai yang lain sedang tidur.

Setelah pindah tempat tinggal di jabodetabek untuk sementara menggunakan smart sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sialnya saat pertama dicoba tidak ada SINYAL SMART. Saran dari teman sekaligus guru saya yaitu prof Joko untuk menggunakan wajan. Langsung praktek di rumah dan hasilnya tidak mengecewakan sinyal bertambah 1 kadang 2 bar. Langsung deh setting-smart-modem-di-ubuntu-810.

Caranya hp ditaruh di atas wajan. Sambung dengan usb kabel agar hp dan wajan bisa diletakkan di atas.


Posisi hp tidak dihitung, asal taruh saja.

Mohon maaf jarang blogwalking, doakan agar mendapatkan koneksi yang murah dan cepat jadi aktifitas bisa normal lagi.

Budaya

Meskipun bukan budayawan, pengamat politik, atau blogger nasional akan tetapi pada posting ini saya yang hanya seorang toekang akan belajar mengenai budaya. Hal ini terinspirasi dari beberapa daerah yang pernah dan akan saya tinggali.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

Kehidupan individu selalu dibatasi oleh norma yang berlaku di masyarakat. Nilai adalah suatu konsep yang berlaku pada individu mengenai baik dan buruk, pantas dan tidak pantas, benar dan salah. Nilai sosial yang berlaku di masing-masing tidaklah sama, nilai sosial di suatu masyarakat bisa dianggap baik tapi di masyarakat yang lain dianggap tidak baik. Norma sosial selalu berisi petunjuk larangan ataupun perintah. Norma norma selalu tumbuh dan berkembang di masyarakat untuk menjadi pngendali dan pengikat dalam kehidupan bermasyarakat.

Yang menjadi masalah dan pertentangan batin adalah suatu nilai yang menurut hati nurani baik tapi tidak sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. Hal tersebut tentu menjadi beban bagi individu yang menjalani.


Budaya macet yang membuat pusing. Himbauan untuk merokok dan larangan merokok berebut space iklan. (di sebuah tempat di Jakarta yang saya tidak tahu nama daerah tersebut)


Semoga engkau mampu beradaptasi di kebudayaan yang baru.

Mohon doa restu agar semua lancar terima kasih.