Sejenak menikmati opera handbody

Sebenarnya sebagai masyarakat awam, saya tidak berkeinginan untuk mengikuti opera sabun handbody yang setiap saat mengisi layar televisi dan internet akhir-akhir ini. Tapi bagaimana mungkin lha wong nyalain tivi beritanya itu, mau baca berita di detik beritanya itu juga, pada akhirnya terbawa arus untuk mengikuti opera tersebut. Tidak mau kalah dengan anak dan istri saya yang tidak pernah ketinggalan barang satu episodepun sinetron kesukaannya. Sampai-sampai berebut channel tivi.

Istilah opera handbody ini terilhami dari sedulur Andy MSE yang menjelaskan bahwa kenapa sinetron yang alur ceritanya lunyu sekali disebut opera sabun. Nah opera yang akhir-akhir ini kita ikuti ternyata lebih lunyu dari sabun jadi saya sebut opera handbody. Yang biasa nyabun pasti tahu itu.

Asal muasal opera ini saya tidak mengikuti hanya akhir-akhir ini setelah ramai dan saling dukung mendukung mau tidak mau harus mengikuti karena ya.. itu, di semua media massa isinya itu melulu. Opera tersebut memang seru sekali menceritakan tentang perseteruan antara cicak dan buaya. Dan menurut kaca mata awam saya (sudah ikut-ikutan pak Sawali nih) perangkat hukum di opera tersebut masih saja berpihak kepada yang kuat entah itu kuat modal, dukungan, beking tapi bukan obat kuat.

Apapun endingnya, saya sih lebih suka happy ending, semoga rakyat kecil macam saya tidak dilupakan. Dan jangan lupa untuk tetap mengembalikan jati diri bangsa yang telah lama hilang entah kemana.

lunyu = licin

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

175 thoughts on “Sejenak menikmati opera handbody”

  1. melelahkan & susah menikmati opera "oli" (versi saya), lebih lunyu dari sabun, vasilin atau handbodi, tak jelas kapan ending hepi, tak jelas stori, di belakang sutradara ada sutradara ada sutradara ketawa-ketiwi.. klik, tv mati, komputer 'on' ketemuan sama mas endar di sini!

  2. ada hikmahnya juga, mas endar. belakangan ini jutaan pasang mata jadi betah berlama-lama nonton opera handbody itu lantaran serial dan pemerannya para public figure yang berhonor mahal, keke …. kapan dan bagaimana endingnya? wah, kayaknya bakal makin seru nih.

  3. walopun saia suka sekali dengan yang namanya ntu sabun, tapi ya ntu sabu jelas untuk keperluan pribadi saia dan ga bakalan digunakan untuk hal-hal laen selaen dari membersihkan badan ini (lol) nah kalo opera sabun yang satu ini jelas-jelas saya hanya sebagai pemerhati asal-asalan aja 😀 dimana kalo ada web/blog yang nulis tentang opera sabun ya saya ikut deh berpartisipasi disana, walopun kadang komen saya ga nyambung gitu. daripada ngomen serius plus dengan kata-kata ato bahasa yang panas gitu tapi ga nyambung bisa berabe ntar (doh) padahal lebih enaknya seeh menurut saia tentang opera sabun kita biarin aja deh mengalir beritanya apa adanya (biarin seenak mereka para pelaku sinetronnya) kalo kalo kita ikut-ikutan ngurusin mereka yang belum tentu siapa yang benar dan siapa yang salah malah akan menimbulkan wacana baru ato malah semakin membuat alur sinetron tak menentu arahnya (doh)#kepanjangan kaga yah neeh komen 😀

  4. oalah cicak-baya…! wes bosen.., tambah suwe, tambah ra genah. oya mas, ono g si? komunitas blogger pwt? aku wong pwt, durung ngerti.., matur nuwun.

  5. Begitulah rupanya opera di negeri ini. Lakonnya bisa dipesan, tergantung kepentingan dan tebal kocek dana pendukung. Mau jadi sutradaranya? Ayo kita buka pendaftaran….. sopo melu!!!?Salam

  6. ada istilah lunyu, keliatan bahwa ini logat orang jawa.. sampeyan orang jawa ya ??salam kenal aja ne.. tak kira Opera beneran..ternyata opera bikinan ndiri toh.. hehheh

  7. Nice post.Thank you for taking the time to publish this information very useful!I’m still waiting for some interesting thoughts from your side in your next post thanks

  8. Nice post.Thank you for taking the time to publish this information very useful!I’m still waiting for some interesting thoughts from your side in your next post thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image