Ubuntu 10.04 is Lucid Lynx

Sebagai pengguna ubuntu, sekali lagi saya tegaskan bahwa saya hanyalah pengguna ubuntu yang masih pemula bukan pengembang yang ikut berpartisipasi membangun Ubuntu, karena kemampuan saya yang hanya bisa menggunakan, tentu sangat menunggu dirilisnya versi final Lucid Lynx yang katanya pada bulan April bisa disedot beramai-ramai. Kontribusi yang saya berikan selama ini paling paling hanyalah melaporkan ke pihak berwenang jika menjumpai bug, jagoan jagoan dari negeri antah berantah yang akan membantai bug tersebut.

Lucid Lynx adalah salah satu versi LTS (long time support) dari Ubuntu, maksudnya kalau saya tidak salah dengar versi tersebut akan dikembangkan sampai beberapa tahun ke depan. Versi LTS tentu sangat ditunggu oleh banyak penggunanya termasuk saya.

Sampai beberapa waktu yang lalu saya masih heran mengapa orang-orang open source mau menggratiskan karyanya. Dalam hati saya bertanya-tanya sampai makan terasa nggak enak, tidur terasa nggak nyenyak. Lebay… deh…. Sampai akhirnya pertanyaan yang berkecamuk di dalam hati terjawab pada saat ikut seminar yang diadakan oleh panitia amprokan blogger Bekasi. Mas Romi menjelaskan bahwa orang akan berfikir “hasil karya yang begitu bagus saja digratiskan apalagi jika dibayar pasti bisa membuat karya yang lebih dasyat”. Meskipun hal tersebut tidak selalu benar, belum tentu kalau dibayar maka menghasilkan karya yang lebih bagus tapi sudah cukup membuat makan saya terasa enak dan tidur terasa nyenyak dengan penjelasan tersebut. Oleh karena itu ada kode etik yaitu, meskipun sebuah karya bisa dikembangkan, dikopi, dan didistribusikan dengan bebas akan tetapi dilarang menghilangkan kredit author(bener nggak istilah ini?) dari sebuah karya tersebut.

Sambil menunggu dirilisnya final version Lucid Lynx saya berbisik lirih Bekasi bersih partisipasi blogger.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

26 thoughts on “Ubuntu 10.04 is Lucid Lynx”

  1. ra mudheng Ndar… mudhenge mung bagian Long Time karo Gratis

    biasane kan short time heheheh. ora ding saiki wis volume based ukurane cc. i miss you all mmmuahhhhh

  2. wah,, mestinya tidur dan makan saya lebih ga nyaman ni. wong masi blom pake yg open source ini..
    semoga secepatnya bisa bergabung dengan para programmer hebad yg slalu siap berbagi ilmu
    ujung2nya (meratap) : kapan sayah punya leptop sendiri? 😀

  3. sependek yg saya tau dan sepanjang yg saya punya (nglirik kang Andy)…para developer itu dibayar kok, Kang.
    Baik lewat donasi, kostumisasi, Linux Fondation, jual brand…dsb
    kl ndak, tentu mereka mati duluan sebelum bikin program bagus 😀

    ini menurut begawan linux Indonesia – Rusmanto Maryanto

  4. karya2 itu digratiskan karena memang ILMU itu milik gusti ALLAH jadi nggak perlu minta bayaran.
    coba Gusti ALLAH minta bayaran atas pengetahuan yang diajarkan pada kita, opo kuwat mbayar jalll???

  5. Ubuntu 10.4 Lucid Lynx banyak sekali dinantikan oleh Ubuntero diseluruh dunia, disamping LTS dipastikan terdapt fitur2 yang nyuuss markunyuuss.. :)

    Salam kenal juragan…
    nitip link ane dong…..
    dah sekalian direview blog sayaa.. eheheh

  6. Thanks a lot for being my teacher on this topic. My partner and i enjoyed your article very much and most of all enjoyed the way you handled the aspect I thought to be controversial. You happen to be always quite kind towards readers like me and let me in my everyday living. Thank you.

  7. Interesting blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere? A theme like yours with a few simple tweeks would really make my blog jump out. Please let me know where you got your theme. Thanks

Leave a Reply to arsumba Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image