Dufan

Jalan – Jalan ke Dufan

Aku, ibu, dan ayah pergi ke Dufan hari minggu. Aku berangkat dari rumah jam 07.00 WIB. Naik angkot sampai pangkalan bus, naik bus jurusan Tanjung Periuk nama bus itu Mayasari Bakti. Lalu melewati jalan, gedung – gedung bertingkat, halte bus,apartemen sambil makan cemilan, ngobrol – ngobrol nanyain tentang Dufan ke orang tua karena aku belum pernah ke Dufan.

Sampai di sana jam 09.30 WIB.
Lalu membeli tiket masuk untuk 3 orang sebelum itu aku mengukur tinggi badan kalau lebih dari 125cm harus bayar seperti dewasa. Masuk kepintu dari no 3 sampai 8 dan kalau ingin cepat melewati jembatan intan menuju jalur Balai Kota atau yang membawa dorongan bayi lewat pintu premium. Tetapi Dufa buka jam 10.00 WIB jadi tunggu buka selama 30 menit.

Akhirnya jam 10.00 WIB waktunya masuk antri dulu lalu tangan kanan dicap stempel gambarnya dufan. Masuk melihatnya banyak mainan tapi yang pertama banget yangku lihat adalah komedi putar yang bentuknya kuda, lalu aku, ibu, dan ayah antri untuk menaikinya akhirnya untuk naik , naik turun, berputar, seru deh. Aku melihat – lihat permainan yang lain , aku, dan ibu naik burung tempur antri dulu sudah memakai pengaman karena ingin terbang akhirnya dijalankan juga untuk bertempur ibu mengarahkan tuas yang ada untuk membunyikannya bunyinya seperti ini NGIUNG…….NGIUNG selesai sudah permainannya.
Nadiah

Berkeliling mencari pondok makanan lama sampai capek lagian jarang makanan, sampai beberapa menit baru ketamu pondok makanan aku dan ibu membeli sate ayam gratis esteh, kalau ayah membeli ayam bakar minumnya es jeruk peras. Sehabis Istirahat makan, shalat, dan ke WC, selesai shalat dan istirahat berjalan – jalan sambil mencari permainan yang seru terlihatlah istana yang megah penuh dengan boneka didalamnya. Tapi sebelum itu harus antri dulu. Waktunya aku menaiki perahu yang kusus untuk melihat boneka didalam istana itu. Sampai didalam istana aku melihat boneka – boneka yang dipakaikan baju – baju radisional dari dalam negri sampai luar negri terus ada yang lagi nari, lagi memainkan alat musik tradisional, ada juga hewan – hewan yang bergarak -gerak, ada bahasa tradisional, dll.

Sepertinya seru mainan air seperti Arung jeram wahana itu terlihat seru tapi yang naik hanya aku dan ayah karena ibu capek kok semua capek aku aja ga capek pasti disetiap permainan pasti aku naik. Harus antri dulu sebelum main, naik tangga, naik jembatan baru bisa main arung jeram. Aku dan ayah naik yang warna merah. Airnya bergelombang, naik turun seru banget deh.

Permainayang terakhir karena sudah malam sebelum bermain aku istirahat untuk makan es sari salju emang jarang yang jual tapi enak rasanya isinya pasti es, buah – buahan sudah begitu isinya tapi enak. Aku sama ibu mau naik permainan gajah beledug lucukan namanya. Untuk menaikinya harus antri dulu, sama permainannya dengan burung tempur bedanya bentuknya, tidak berbunyi seru juga semua permainan, aku yang belum main bianglala, happy feet, perang bintang, helikopter.

Pulangnya naik bus sampai rumah. Seru banget jalan – jalan hari ini. Bisa tidur nyenyak sampai siang karena besok libur.

SELESAI

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

One thought on “Dufan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image