Benda-Benda Langit

Jumat malam tanggal 29 bulan Maret tahun 2013.
NGENGNGENGNGENG suara motor ayah yang baru pulang dari kantor lalu masuk kedalam pagar jam 18.00.
GREK suara pintu rumah yang dibuka oleh Berliana dari dalam rumah menyambut ayah.
“ Eh, ayah udah pulang ya? Cepat sekali.” Ucap Berliana gembira.
Ayah tersenyum setelah Berliana bertanya. Ayah membuka sepatu dan ayah menaruh sepatu di tempatnya, lalu masuk kedalam rumah yang diikuti dengan Berliana, lalu Berliana menutup pintu rumah. DAK bunyi tas ayah ketika ditaruh di kamar.
Ayah bersih-bersih dadan, pakaian dan perut, maksudnya mandi, ganti baju dan makan.

“ Ibu buka pintu samping ya, udara diluar sangat sejuk!” kata ibu sambil menarik pintu geser.
Berliana dan ayah mengangguk. Ayah, ibu, dan Berliana duduk didepan pintu sambil melihat kebun singkong.

Berliana masuk ke dalam rumah lalu menonton tv dan tidak menikmati udara di luar karena bosan. Tiba-tiba ada suara dari luar yang ternyata itu suara ibu “ ayah, ada bulan purnama yang bagus tuh!” kata ibu sedikit kaget.
Ayah langsung masuk kedalam lalu mengambil kamera, lalu memotret bulan purnama.
Berlina buru-buru melitat bulan yang ayah foto tadi.
“ ayah aku mau lihat hasilnya.” kata Berliana.
“ ini kameranya Erli!” kata ayah sambil memberi kameranya, ayah dan ibu sering memanggil Berliana menjadi Erli supaya lebih cepat saja.
KLIK KLIK bunyi tombol kamera. Erli melihat gambar bulan dikamera dengan cermat.
“ eh, ini ada gambar apa, seperti ada planet-planet didekat bulan purnama!” kata Erli bingung.
“ iya nih, ada gambar apa, yah?” tanya ibu kepada ayah.
“ oh, ini cuma jamur yang ada dikamera kankameranya udah lama ga dipakai.” kata ayah.
“ ah, ini bukan jamur ini benda langit, kenapa kalau jamur disetiap gambar berbeda, kalau benda langit kanberputar jadi kalau di gambar berbeda ya memang betul.” kata Berliana panjang lebar.
“ iya betul.” kata ibu singkat.
Ayah hanya diam sambil berpikir apa yang di ucapkan Berliana.
Berliana terus mengamati gambar dikamera, biar lebih jelas Erli membesarkan gambar.

“ kenapa kalau jamur ada lubang seperti di bulan?” tanya Erli kepada ibu.
“ heeem.. ibu juga ga tahu.” kata ibu bingung.
“ coba sini ibu foto kamu Er.” kata ibu sambil bersiap-siap untuk memotret Erli.
Berliana pun mulai berpose.
“ sudah siap Er!” kata ibu.
“ sudah siap, bu.” kata Erli.

KLIK KLIK suara ibu sedang memotret.
“ coba bu Erli mau lihat.” kata Erli.
“ ini “ kata ibu singkat sambil memberi kameranya.
“ ini gambarnya ga ada jamur, berarti itu bukan jamur, tapi benda langit.” kata Erli.
“ coba mana ibu lihat!” kata ibu.
“ ini, bu” ucap Erli.
“ iya ini ga ada jamurnya, bersih tuh gambarnya. Betul kata kamu Erli.” jawab ibu senang.
“ yes yes yes yes, aku punya penemuan baru! Asyik sekali!” kata Berliana berteriak karena senang sekali.
Besok pagi aku ingin memberitahukan gambar ini ke temanku Almaylita atau May dan Khonsa disekolah, berarti aku besok harus bawa kameranya. Kta Erli didalam hati sambil tersenyum.

Keluaga Berliana bersiap-siap untuk tidur karena sudah malam.

KUKURUYUK suara jam weker Erli yang menunjukkan pukul 05.30.
HUAH suara Erli sambil membuka selimt yang lembut yang bisa membuat Erli tidur seharian.
Erli merapihkan tempat tidurnya, lalu bergegas untuk mandi.
SOK GOSOK GOSOK suara Erli dari kamar mandi sedang sabunan.
BER… suara Erli ke dinginan lalu mengambil handuk.
Erli berjalan pelan menuju kamarnya. Lalu membuka lemari bajunya, dan memakai baju seragam sekolahnya. Setelah selesai berpakaian Erla duduk di meja rias berwarna pink untuk menyisiri rambutnya setelah sisiran Erli memakai jilbab berwarna merah tua, memakai bedak, lalu memakai cologne beraroma strawberry,Erli mengambil kameranya dan tas kecil berwarna pink berisi mukenah lalu dimsukan kedalam tas yang berwarna merah sekarang Erli sudah terliat cantik.
Erli menuju ruang makan yang sudah ditunggu ibu dan ayah. Keluarga Erli berdoa mau makan lalu semua menghabisi sarapannya.
“ dadah bu!” kata Erli melambaikan tangan. Erli dan ayah sudah berangkat, ibu sekarang sendirian di rumah.

Sesampainya di sekolah Erli masuk ke kelasnya lalu menaruh tasnya di bangkunya. Erli mengambli kameranya lalu Erli menuju May dan Khonsa.
“ Hai teman-teman!” kata Erli menyapa May dan Khonsa.
“ hai“ kata May dan Khonsa berbarengan.
“ ada apa Erli kamu bawa kamera segala? Mau motret aku ya.” canda May.
Khosa mengangguk.
“ aku bawa kamera karena semalam aku dapat penemuan benda langit, lho.” kata Erli.
“ caba mana aku lihat.” ucap Khonsa penasaran.
“ini gambarnya.” kata Erli sambil memberi kameranya.
“ mana-mana gambarnya!” kat Khonsa dan May berebut.
“ udah kalian jangan berebutan, daripada rebutan barengan saja.” kata Erli.
“ ini ganbar bulan purnamakan?” tanya May.
“ iya” kata Erli.
“ ini kalau yang ini gambar apa? Apa benda langit.” tanya Khonsa menebak.
“ iya betul itu ganbar benda langit.” kata Erli.
“ wah, beneran ini benda langit!” kata May terkejut.
“ kenapa benda langit bisa terlihat? Kan benda langit jauh sekali.” kata Khonsa bingung.
TENG TENG TENG bunyi bel masuk pun terdangar.
Erli buru-buru memasukan kameranya ke dalam tasnya.
Semua anak-anak keluar kelas untuk baris.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

5 thoughts on “Benda-Benda Langit”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


CAPTCHA Image
Reload Image