Category Archives: Lain-lain

Socmed VS Blog

Banyak blogger yang blognya terlantar gara-gara kebanyakan ngetwit. Follow akyu ya nanti saya folbek hehehehe..

http://twitter.com/masgendar

new TWTR.Widget({ version: 2, type: ‘profile’, rpp: 25, interval: 6000, width: 400, height: 500, theme: { shell: { background: ‘#333333’, color: ‘#ffffff’ }, tweets: { background: ‘#000000’, color: ‘#ffffff’, links: ‘#4aed05’ } }, features: { scrollbar: true, loop: false, live: false, hashtags: true, timestamp: true, avatars: false, behavior: ‘all’ } }).render().setUser(‘masgendar’).start();

Mudik Lebaran

Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik hanya ada di Indonesia
http://id.wikipedia.org/wiki/Mudik

Tidak terasa sebentar lagi lebaran, baru 1,5 bulan tinggal di pinggir Jakarta saya harus merasakan susahnya nikmatnya mudik.

Tahun-tahun sebelumnya mudik saya relatif deket, kali ini saya harus mudik dari Jakarta menuju Purwokerto dilanjutkan ke Solo dengan menggunakan kendaraan umum.

Tips mudik yang saya baca dari berbagai sumber adalah sebagai berikut :

1. Cari informasi mengenai jenis sarana transportasi, sebaiknya cari tiket mudik jauh-jauh hari sebelum hari H
2. Siapkan anggaran. Kabar baiknya adalah libur lebaran kali ini berada di akhir bulan. Jadi jika sampeyan buruh seperti saya setelah liburan gaji turun
3. Siapkan bekal makanan sebaiknya buah karena mengandung serat tinggi dan baik untuk kesehatan. Pilih buah yang praktis untuk dibawa misalkan apel, jeruk, dll
4. Siapkan uang tunai secukupnya
5. Pastikan HP jangan tertinggal
6. Tinggalkan no HP kepada tetangga yang tidak mudik
7. Sebelum meninggalkan rumah pastikan untuk jangan matikan lampu depan rumah, kompor tidak menyala, melepas steker peralatan elektronik
8. Untuk menghindari kejahatan maka pilih jasa angkutan yang terpercaya, jangan mudah menerima tawaran makanan ataupun minuman, jangan menyahut jika ditepuk/disapa orang yang tidak dikenal, jangan memakai perhiasan yang mencolok.


Untuk melihat streaming CCTV jalur mudik daerah Jawa bagian barat silahkan diklik gambar di atas.

Semoga dengan semangat mudik, teman saya bisa mengembalikan jati diri bangsa.

Yang tersisa dari Hardiknas

Sebenarnya tulisan ini rencananya akan saya publish 2 Mei bertepatan dengan hari pendidikan nasional. Tapi berhubung sedang sibuk maka baru sekarang mempunyai kesempatan untuk mempublish. Seperti diketahui bersama bahwa peringatan Hardiknas 2009 bertajuk Pendidikan Sains, Teknologi, dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya saing Bangsa. Tema yang bagus sekali menurut saya, sampai saya nggak mudeng maksudnya. Saya tidak akan membahas tema tersebut karena bahasa langit yang tidak saya pahami.

Saya hanya akan menyoroti tentang keadilan di dunia pendidikan. Sudahkah tercipta keadilan? silahkan sampeyan jawab sendiri. Setahu saya sekolah favorit saat ini hanya untuk orang-orang yang mampu secara finansial. Masak saya nanya-nanya biaya masuk sebuah sd favorit harus membayar sampai belasan juta rupiah. Lha memang saya bisa ngeprint uang hehehe. Sudahlah itu hanya tulisan orang yang nggak punya duit, sampeyan jangan terpengaruh. Di samping rajin beribadah tujuan hidup saya sekarang tidak muluk-muluk hanya menginginkan pendidikan terbaik untuk anak saya.

Kembali tentang hardiknas, saat saya menaiki mobil motor astrea grand tahun 1993 saya yang sudah menemani saya 16 tahun belakangan ini, dikejutkan oleh angkot yang behenti mendadak di depan saya. Memang di jalan tersebut ramai sekali dengan anak yang mencegat angkot. Yang bikin saya nggak habis pikir adalah begitu besar perjuangan anak-anak ini untuk meraih cita-cita. Berbeda dengan anak-anak yang hanya tukang nggame, tukang nggame dan tukang nggame. Baik itu ps atau console-console lainnya.

Ini foto anak-anak yang memiliki keinginan kuat untuk maju, bukan foto rani atau foto rhani atau rani juliani

Selamat Hari Kartini


Seorang istri yang penasaran dengan hasil survey mencoba menelepon 10 pria teman suaminya pura-pura mencari sang suami. Padahal sebenarnya sang suami di sampingnya.

Hasilnya 8 orang memastikan menginap di rumahnya, 2 orang memastikan bahwa suaminya masih berada di rumah mereka.

Bahkan ada 1 dari 10 Laki-laki punya keberanian dan spontanitas mengirim peringatan kepada sang suami agar bersiaga.

Jadi singkatnya : 11 dari 10 laki-laki mempunyai rasa persaudaraan yang kuat.

Sumber:
dari sebuah milis yang saya lupa nama milisnya

Mohon maaf kalau sudah pernah membaca.

Meskipun agak terlambat saya mengucapkan :
Selamat hari Kartini kepada Ibuku, Istriku, Anakku, dan semua wanita Indonesia.
Dan selamat hari Kartini untuk Gai, wanita yang baru saya kenal, yang sedang ber kampanye damai pemilu 2009

Saatnya nyentang

Tak terasa sebentar lagi pesta wakil rakyat akan segera dimulai. Pesta yang benar-benar meriah. Kemeriahan sudah dimulai beberapa bulan yang lalu. Kalau tidak percaya lihat saja gambar-gambar di pinggir jalan meriah sekali kan? Mungkin menghabiskan dana trilyunan rupiah. Tulisan dengan susunan kata yang indah sering saya baca pada baliho seperti rangkaian kata yang biasa dibuat teman saya Suryaden.

Saya sendiri sampai saat ini masih bingung kok bisa ya para wakil rakyat menghamburkan uang untuk membuat spanduk dan lain-lainnya.

Harapan kami semoga terwujud kampanye damai pemilu 2009. Setelah kampanye saat yang ditunggu wakil rakyat segera tiba yaitu nyentang.

Pilihlah wakil rakyat yang sesuai hati nurani anda, orangnya yang sederhana, track recordnya bagus dan yang penting anti korupsi.

Semoga kecurangan tidak terjadi mulai dari kampanye sampai penghitungan suara.


Di akhir postingan ini saya memprediksi bahwa pada tanggal 10 April, rumah sakit jiwa akan kebanjiran pasien. Para calon yang tidak jadi dan pendukung beratnya mudah-mudahan tabah. Kalau tidak tabah silahkan mendaftarkan ke rumah sakit jiwa mulai dari sekarang. Karena saya kawatir pada tanggal tanggal tersebut semua ruang di rumah sakit jiwa akan penuh. Dan mungkin akan ditambahi ruang darurat di lorong lorong atau tenda.

PS. Esih ana lanjutane tapi ngesuk maning wis ngantuk kiye.

ziarah blogger timur tengah

Setelah bertanya kira-kira 15 kali akhirnya sampai di gunung kelir. Orang terakhir yang saya tanya di sebuah warung kebetulan adalah saudara Mas Gentho. Beliau mau pulang ke rumahnya kebetulan di dekat TKP. Wah kebetulan sekali saya ngikuti naik motor di belakangnya.

Hal yang menarik adalah ternyata di tiap tikungan beliau membunyikan klakson mungkin untuk isyarat jika ada motor dari depan agar tidak tabrakan. Pantesan dari tadi kalau setiap motor yang berpapasan dengan saya membunyikan klakson. Pikir saya orang-orang di sini ramah-ramah sekali setiap papasan membunyikan klakson padahal nggak kenal, ternyata untuk isyarat.

TKP berada di ujung aspal pondok gede, dengan ramah mas Gentho dan Kyai Slamet menyambut kedatangan saya. Sungguh suatu kehoramatan bagi saya berjumpa dengan mereka.

Mas Gentho dan Kyai Slamet

Sebenarnya tujuan saya berkunjung ke Gunung Kelir banyak sekali diantaranya :
1. Silaturahmi dengan mas Totok


1. Silaturahmi dengan Kyai Slamet
1. Silaturahmi dengan mas Andy
1. Silaturahmi dengan TPC
1. Silaturahmi dengan bengawan

Walah nglantur kembali lagi ke desktop, tak lama kemudian mereka berdua menjemput mas Novi. Saya ngobrol dengan mas Paijo, ternyata beliau pernah tinggal di Purwokerto.

Kami melanjutkan dengan sharing pengalaman. Dari diskusi tersebut saya ketahui ternyata mas Gentho seorang motivator yang sangat hebat. Beliau sharing tentang pengalaman bisnis, sungguh suatu masukan yang berharga bagi kami.

Tak lama kemudian rombangan TPC menelepon mas Totok, mobilnya tidak kuat, mas Gentho menjemput. Akhirnya rombongan TPC sampia di TKP.

Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan perkenalan. Selanjutnya acara bebas memanfaatkan limpahan bandwidth, subuh saya baru tidur.


Kyai Slamet, Mas Anang, dan saya







Setelah sampai rumah kok rasanya ada yang kurang, ternyata saya belum foto bareng mas Andy kapan ya kita ketemu lagi.